Rabu, 19 September 2012

Peranan Guru Dalam Administrasi sekolah


PERANAN GURU
DALAM ADMINISTRASI SEKOLAH


Ketut Ngurah Artawan, S.Pd., M.Pd.

            Setiap lembaga yang masih eksis baik itu bagian dari lembaga pemerintah maupun lembaga swasta dengan status formal, non formal maupun informal selalu mempunyai sebuah cita-cita. Cita-cita tersebut diungkapkan dalam sebuah visi dan misi lembaga yang bersangkutan yang kemudian diimplementasikan dalam bentuk tujuan-tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Dengan perencanaan yang terprogram dengan baik akan diperoleh hasil yang masimal seperti tujuan yang diinginkan. Dalam pengelolaan tujuan-tujuan dan perencanaan-perencanaan tersebut diperlukan proses pengadministrasian yang teratur, tertib, rapi dan profesional.
            Demikian juga lembaga sekolah, sekolah yang sarat dengan perencanaan dan program –program di berbagai bidang dituntut juga untuk dapat mengorganisasikan proses-proses pengadministrasian dengan benar. Banyak bidang administrasi yang harus diketahui dan dikuasai untuk dapat dilaksanakan dengan tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pemahaman Administrasi Sekolah.
Pemahaman tentang administrasi sekolah menengah merupakan tuntutan bagi seorang guru, untuk mengenal tempatnya bekerja. Pemahaman tentang apa yang terjadi di sekolah akan banyak membantu memperlancar tugasnya sebagai pengelola langsung proses belajar mengajar
Administrasi sekolah meliputi:
  1. Administrasi kurikulum
  2. Administrasi kesiswaan
  3. Administrasi personil
  4. Administrasi prasarana dan sarana
  5. Administrasi keuangan
  6. Administrasi hubungan sekolah-masyarakat
1.      Administrasi kurikulum
Kurikulum sekolah menengah adalah seperangkat pengalaman belajar yang dirancang untuk siswa sekolah menengah dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. Sekolah menengah merupakan lembaga pendidikan yang bertanggungjawab dalam memberikan kemampuan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, oleh karena itu kurikulum harus dipahami secara intensif oleh semua personil sekolah termasuk guru dan terutama oleh kepala sekolah.
Kurikulum dalam arti sempit adalah sejumlah mata pelajaran yang diberikan di sekolah. Kurikulum dalam arti luas adalah semua pengalaman belajar yang diberikan kepada siswa, selama mereka mengikuti pendidikan di sekolah itu. Ini berarti segala usaha sekolah untuk memberikan pengalaman belajar kepada siswa dalam usaha menghasilkan lulusan baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
Fungsi-sungsi pengelolaan kurikulum meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pengawasan dan penilaian. Perencanaan dalam pengembangan kurikulum sekolah sebagian besar telah dilaksanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional di tingkat pusat. Dari kurikulum standar yang harus diikuti selebihnya diserahkan kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulum itu lebih lanjut. Fungsi-fungsi pengelolaan kurikulum di SMA tahun 1984 misalnya tercantum 3 komponen pokok yaitu (1) program pengajaran yang terdiri dari program inti, program khusus dan pengelolaan program. (2) proses pelakksanaan kurikulum yang meliputi sistem belajar mengajar, kokurikuler dan ekstrakurikuler, bimbingan karir dan penilain, (3) administrasi dan supervisi.
Perencanaan dan pengembangan kurikulum di tingkat sekolah antara lain meliputi: (a) penyusunan kalender pendidikan untuk tingkat sekolah berdasarkan kalender pendidikan dari Dinas Pendidikan Propinsi, dan (b) penyusunan jadwal pelajaran berdasarkan waktu, tingkat kesulitan dll. Kurikulum sekolah yang lengkap terdiri dari standar kompetensi, kompetensi dasar yang harus dicapai, struktur program, garis-garis besar program pengajaran dan satuan acara pengajaran atau satuan pelajaran. Meskipun setiap kali kurikulum berubah, tetapi komponen-komponennya kurang lebih tetap sama saja. Guru harus secara seksama mempelajari GBPP, petunjuk pelaksanaan kurikulum, menimbang mana yang dapat dan tidak dapat dilaksanakan karena keadaan tertentu dan memilih mana yang terbaik untuk tujuan pendidikan dan untuk kepentingan siswa. GBPP merupakan salah satu komponen dari perangkat kurikulum yang merupakan pedoman bagi guru dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari dalam bidang pengajaran di sekolah. GBPP memberikan petunjuk bagi guru tentang bagaimana menyusun program-program pengajaran dan penilaian serta bagaimana melaksanakan proses belajar mengajar.
Kurikulum dalam implementasinya antara lain penyusunan program pengajaran. Program pengajaran semester merupakan rencana belajar mengajar yang akan dilaksanakan selama satu semester dalam tahun ajaran tertentu.
Tujuan penyusunan program pengajaran ini adalah
    1. Menjabarkan bahan pengajaran yang akan disajikan guru dalam proses belajar mengajar.
    2. Mengarahkan tugas yang harus ditempuh oleh guru agar pengajaran dapat terlaksana secara bertahap dengan tepat.
Fungsi program pengajaran semester adalah:
  1. Sebagai pedoman penyelenggaraan pengajaran selama satu semester.
  2. Sebagai bahan dalam pembinaan guru yang dilakukan oleh kepala sekolah dan atau pengawas lain.
Evaluasi merupakan tahapan penting dalam suatu kegiatan pembelajaran. Yang termasuk dalam evaluasi adalah Evaluasi Hasil Belajar dan Evaluasi Program Pengajaran..
Evaluasi hasil belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guna memberikan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil belajar yang telah dicapai siswa.
Tujuan dan fungsi penilaian hasil belajar yaitu.
  1. Memberikan umpan balik kepada guru dan siswa dengan tujuan memperbaiki cara belajar mengajar, mengadakan perbaikan dan pengayaan bagi siswa serta menempatkan siswa pada situasi belajar mengajar yang lebih tepat dan sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki.
  2. Memberikan informasi kepada siswa tentang tingkat keberhasilannya dalam belajar dengan tujuan untuk memperbaiki, mendalami atau memperluas pelajarannya.
  3. Menentukan nilai hasil belajar siswa yang antara lain dibutuhkan untuk pemberian laporan kepada orang tua, penentuan kenaikan kelas, dan penentuan kelulusan siswa.
Evaluasi program merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan program, serta faktor-faktor yang mendukung atau menghambat keberhasilan tersebut. Tingkat keberhasilan program diukur dengan membandingkan antara hasil dengan target yang dirumuskan dalam perencanaan. Hasil perbandingan ini menunjukkan tingkat efektivitas dan efisiensi program.

2.      Administrasi Kesiswaan
Siswa merupakan salah satu sub-sistem yang penting dalam sistem pengelolaan pendidikan di sekolah menengah. Ini dilakukan dengan tujuan agar transformasi siswa menjadi lulusan yang dikehendaki oleh tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Administrasi kesiswaan merupakan semua proses yang berkaitan dengan siswa di suatu sekolah mulai dari perencanaan penerimaan siswa, pembinaan selama siswa berada di sekolah, sampai dengan siswa menamatkan pendidikannya melalui penciptaan suasana kondusif terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar yang efektif.
Kegiatan administrsai kesiswaan meiputi beberapa hal yaitu: kegiatan penerimaan siswa baru, pembinaan siswa dan penamatan program siswa di sekolah.
    1. Penerimaan Siswa adalah proses pencatatan dan layanan kpada siswa yang baru masuk sekolah, setelah mereka memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh sekolah itu.
    2. Pembinaan Siswa adalah pemberian layanan kepada siswa di suatu lembaga pendidikan, baik di dalam maupun di luar jam belajarnya di kelas. Pembinaan ini dilakukan dengan menciptakan kondisi atau membuat siswa sadar akan tugas-tugas belajarnya.
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam rangka pembinaan siswa ini adalah:
a)      Orientasi siswa
b)      Pengaturan kehadiran siswa (dengan papan absensi, buku absensi dan rekapitulasi absensi siswa)
c)      Pencatatan siswa di kelas (daftar siswa di kelas, grafik prestasi belajar dan daftar kegiatan siswa)
d)     Pembinaan disiplin siswa. Disiplin merupakan suatu keadaan dimana sikap, penampilan dan  tingkah laku siswa sesuai dengan tatanan nilai, norma dan ketentuan yang berlaku di sekolah dan kelas di mana mereka berada.
e)      Tata tertib sekolah merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk melatih siswa agar dapat mempraktekkan disiplin di sekolah.
f)       Promosi dan mutasi. Promosi atau kenaikan kelas merupakan perpindahan siswa dari suatu kelas ke kelas yang lebih tinggi setelah memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu yang dilaksanakan berpedoman pada norma-norma kenaikan kelas yang ditetapkan bersama antara guru dengan kepala sekolah.
Mutasi merupakan perpindahan siswa dari sekolah ke sekolah lainnya karena alasan-alasan tertentu. Mutasi adalah hak setiap siswa. Mutasi dilaksanakan berdasarkan prosedur tertentu dan dicatat oleh sekolah asal dan sekolah tujuan.
Peranan guru dalam administrasi kesiswaan secara tidak langsung antara lain:
  1. Dalam penerimaan siswa para guru dapat terlibat menjadi panitia penerimaan siswa baru.
  2. Dalam masa orientasi, tugas guru adalah membuat siswa agar cepat beradaptasi dengan lingkunagan sekolah barunya.
  3. Pengaturan siswa di kelas, guru diharapkan mampu mencatat dan merekam kehadiran siswa sebagai bahan pertimbangan dalam penilaian siswa.
  4. Dalam memotivasi siswa untuk senantiasa berprestasi tinggi, guru harus mampu menciptakan suasana yang mendukung prestasi siswa.
  5. Dalam menciptakan disiplin sekolah guru dapat menjadi model dan contoh yag patut ditiru.

3.      Administrasi Prasarana dan Sarana
Adalah semua benda baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak yang diperlukan untuk menunjang penyelenggaraan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Administrasi ini merupakan semua proses pengadaan, pendayagunaan dan pegawasan prasarana dan peralatan yang digunakan untuk menunjang pendidikan agar tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Kegiatan ini meliputi:
a)      Perencanaan kebutuhan. Penyusunan daftar kebutuhan prasarana dan sarana di sekolah didasarkan atas pertimbangan perkembangan kebutuhan sekolah, penggantian barang rusak, dihapuskan atau hilang, dan persediaan barang.
b)      Pengadaan prasarana dan sarana pendidikan
c)      Penyimpanan prasasaran dan sarana pendidikan
d)     Inventarisasi prasarana dan sarana pendidikan. Merupakan kegiatan melaksanakan penyelenggaraan, pengaturan dan pencatatan barang-barang yang menjadi milik sekolah dalam semua daftar inventaris barang. Daftar barang meliputi kartu invebtaris barang, kartu inventaris ruangan dan buku inventaris.
e)      Pemeliharaan prasarana dan sarana pendidikan. Pelaksanaan pemeliharaan barang meliputi: perawatan, pencegahan kerusakan dan penggantian ringan.
f)       Penghapusan prasarana dan sarana pendidikan. Ini dilakukan bila barang itu sudah dianggap tidak mempunyai nilai guna, tidak berfungsi atau pemeliharaannya terlalu tinggi.
g)      Pengawasan prasarana dan sarana pendidikan. Merupakan kegiatan pengamatan, pemeriksaan dan penilaian terhadap pelaksanaan administrasi sarana dan prasarana pendidikan di sekolah.
h)      Peranan guru dalam administrasi prasarana dan sarana pendidikan. Dalam hal ini guru lebih banyak berhubungan dengan sarana pengajaran seperti alat pelajaran, alat peraga, dan media pendidikan lainnya. Peranan guru dimulai dari perencanaan, pemanfaatan dan pemeliharaan serta pengawasan penggunaan sarana dan prasarana yang dimaksud.

4.      Administrasi Personil
Personil pendidikan dalam arti luas meliputi guru, pegawai dan siswa. Personil bidang edukatif adalah mereka yang bertanggungjawab terhadap kegiatan belajar mengajar, yaitu guru dan konselor. Sedangkan personil non-edukatif adalah petugas tata usaha dan penjaga sekolah atau pesuruh sekolah.
Dalam setiap kelompok personil memerlukan pembagian tugas dan tanggung jawab serta hubungan kerja yang jelas. Kepala sekolah misalnya dapat dibantu oleh wakil kepala yang mengkoordinasikan urusan kurikulum, kesiswaan, sarana prasarana dan hubungan masyarakat. Kelompok personil non-edukatif dipimpin oleh kepala tata usaha yang mempunyai tugas dan tanggung jawab serta hubungan kerja tersendiri pula.

5.      Administrasi Keuangan Sekolah
Penanggungjawab adminsitrasi keuangan di sekolah adalah kepala sekolah. Guru diharapkan ikut berperan
dalam administrasi biaya pendidikan di sekolah.. keterlibatan guru dalam administrasi biaya ini mempunyai tujuan untuk memberikan kesempatan bagi guru untuk ikut serta mengarahkan pembiayaan bagi perbaikan proses belajar mengajar.
      Adminsitrasi keuangan meliputi kegiatan perencanaan, penggunaan, pencatatan, pelaporan, dan pertanggungjawaban dana yang dialokasikan untuk penmyelenggaraan sekolah. Tujuannya adalah untuk mewujudkan suatu tertib administrasi keuangan sehingga pengurusannya dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam administrasi keuangan terdapat pemisahan tugas dan fungsi yaitu:
a)      Otorisator adalah pejabat yang di beri wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan atau pengeluaran uang.
b)      Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang ditetapkan.
c)      Bendahara adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran uang atau surat-surat berharga lainnya yang dapat dinilai dengan uang dan diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban.
Keuangan sekolah menengah dapat diperoleh dari APBN, Bantuan, APBD dan bantuan masyarakat.
Guru sangat berperan dalam memanfaatkan bantuan-bantuan keuangan yang dikelola oleh kepala sekolah beserta bendahara. Oleh karena itu guru bersama-sama kepala sekolah dan tata usaha merencanakan program-program peningkatan mutu yang akan dibiayai nanti untuk pengembangan sekolah lebih lanjut.

6.      Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat (Husemas)
Hubungan sekolah dengan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dengan masyarakat untuk meningkatkan pengertian masyarakat tentang kebutuhan serta kegiatan pendidikan serta mendorong minat dan kerjasama untuk masyarakat dalam peningkatan dan pengembangan sekolah.
Tujuan utama pengembangan kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah:
  1. Peningkatan pemahaman masyarakat tentang tujuan serta sasaran yang ingin direalisasikan sekolah.
  2. Peningkatan pemahaman sekolah tentang keadaan serta aspirasi masyarakat tersebut terhadap sekolah.
  3. Peningkatan usaha orang tua dan guru-guru dalam memenuhi kebutuhan anak didik, serta meningkatakan kuantitas serta kualitas bantuan orang tua siswa dalam kegiatan pendidikan di sekolah.
  4. Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran serta mereka dalam memajukan pendidikan di sekolah dalam era pembangunan.
  5. terpeiharanya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah serta apa yang dilakukan oleh sekolah.
  6. Pertanggungjawaban sekolah atas harapan yang dibebankan masyarakat kepada sekolah.
  7. Dukungan serta bantuan dari masyarakat dalam memperoleh sumber-sumber yang diperlukan untuk meneruskan dan meningkatkan program sekolah.
Prinsip-prinsip hubungan sekolah dengan masyarakat (husemas)
a)      Prinsip otoritas: dilakukan oleh orang yang mempunyai otoritas.
b)      Prinsip kesederhanaan yaitu bahwa program-program hubungan sekolah dan masyarakat harus jelas.
c)      Prinsip sensitivitas: sekolah harus sensitif terhadap kebutuhan serta harapan masyarakat.
d)     Prinsip kejujuran bahwa apa yang disampaikan masyarakat harus apa adanya dan disampaikan secara jujur.
e)      Prinsip ketepatan bahwa apa yang disampaikan sekolah harus tepat, baik dilihat dari segi isi, waktu, media yang digunakan serta tujuan yang akan dicapai.
Peranan guru dalam hubungan masyarakat dengan sekolah:
a)      Membantu sekolah dalam melaksanakan teknik-teknik husemas. Guru-guru dapat diberikan tugas oleh kepala sekolahuntuk melaksanakan hal-hal yang berkaitan dengan husemas, disesuaikan dengan jenis dan bentuk kegiatan yang ada.
b)      Membuat dirinya lebih baik lagi dalam masyarakat. Guru adalah tokoh milik masyarakat. Tingkah laku dan sepak terjang guru di masyarakat menjadi sesuatu yang sangat penting. Apa yang dilakukan atau tidak dilakukan guru menjadi panutan masyarakat.
c)      Dalam melaksanakan semua itu guru harus melaksanakan kode etiknya. Kode etik guru merupakan seperangkat aturan atau rambu-rambu yang perlu diikuti dan tidak boleh dilanggar oleh guru. Dengan kode etik inimencerminkan kehendak masyarakat terhadap guru, maka menjadi suatu kewajiban guru untuk melaksanakan kode etik tersebut.
Administrasi pendidikan merupakan sistem kerja sama di antara personil pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Kerja sama ini dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan non-manusia.
            Dalam melaksanakan tugas yang menjadi lingkup garapan yang sudah dijelaskan, guru harus melaksanakan perannya sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya. Guru merupakan mitra kerja kepala sekolah dan personil yang sangat berkepentingan agar semua sumber yang ada dimanfaatkan secara maksimal untuk peningkatan proses belajar mengajar.
Bacaan terbatas.
Soetjipto, Raflis, 2004. Profesi Keguruan. Jakarta: Rineka Cipta
____________ , 1983 Pedoman Penyelenggaraan Administrasi Sekolah Menengah, Jakarta: Depdikbud

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar