Minggu, 30 Desember 2012

Tantangan Sekolah (sebuah pengantar)

oleh: Ketut Ngurah Artawan

Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Negara Republic Indonesia dinyatakan bahwa salah satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk itu setiap warga Negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status social, ras, etnis, agama, dan gender.
Pemerataan dan mutu pendidikan akan membuat warga Negara Indonesia memiliki keterampilan hidup (life skills) sehingga memiiki kemampuan untuk mengenal dan mengatasi masalah diri dan lingkungannya, mendorong tegaknya masyarakat madani dan modern yang dijiwai nilai-niai agama dan ideology Negara.
Upaya untuk membangun manusia seutuhnya sudah menjadi tekad pemerintah sejak Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) I thaun 1969-1974, namun selama ini pembangunan pendidikan nasional belum mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan. Strategi pendidikan pada awal tahun 1980 popularisasi pendidikan yang mengakar pada pemerataan pendidikan. Lebih jauh semakin dirasakan bahwa pembangunan sekolah-sekolah memiliki fungsi strategis bagi peningkatan mutu warga Negara, harkat, dan material Bangsa Indonesia.
Pada tahun 1984, kita telah berhasil melaksanakan wajib belajar 6 tahun kemudian tahun 1994 dilanjutkan dengan gerakan wajib belajar 9 tahun sebagai upaya peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan. Untuk memperbaiki mutu proses pencerdasan pendidikan bangsa yang berkelanjutan, pelaksanaan pendidikan perlu disinergikan aktivitasnya baik melalui jalur pendidikan formal, non formal, maupun informal. Sekolah sebagai

KONSEP PENDIDIKAN


oleh: Ketut Ngurah Artawan, S.Pd.,M.Pd.
Pendidikan secara umum harus relevan dengan garis hidup untuk mencerdaskan rakyat dan mengangkat martabat bangsa, dalam rangka membangun kerjasama yang saing memnguntungkan dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Untuk memperkuat dinamika pendidikan sebagai penguatan kebangsaan, konsep pengembangan pendidikan harus senafas dengan nilai-niai budaya yang berkembang di masyarakat serat melibatkan unsure masyarakat daam pengelolaannya karena output yang dihasilkannya pun harus menjadi pionir kebudayaan dan peradaban bangsa yang lebih besar.
Hakekat pendidikan secara universal adalah menanamkan nilai-nilai intelegensi, moral dan spiritual kepada anak didik sesuai dengan perkembangan mental dan jasmaninya. Pendidikan dalam arti luas

Minggu, 07 Oktober 2012

Penyusunan Konsep Penilaian Otentik dalam KTSP


Ketut Ngurah Artawan, S.Pd., M.Pd.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum yang dikembangkan dari kurikulum nasional yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi dan kemampuan dari setiap sekolah. Kurikulum ini jika dilihat substansi pokok dan basis pengembangannya, tidak jauh berbeda dengan kurikulum sebelumnya yang disebut Kurikulum Berbasis Kompetensi. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan juga dirancang berbasis kompetensi dengan tujuan agar peserta didik mempunyai kompetensi sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Keberhasilan KTSP di lembaga pendidikan terutama di Sekolah Menengah Pertama (SMP) terutama terletak pada bagaimana tuntutan dari kurikulum dapat terpentaskan di dalam kelas. Salah satu tuntutan yang tercantum dalam kurikulum adalah dapat terlaksananya bagian akhir dari proses pembelajaran yaitu adanya penilaian hasil belajar. Implementasi PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan membawa implikasi terhadap

Rabu, 19 September 2012

Peranan Guru Dalam Administrasi sekolah


PERANAN GURU
DALAM ADMINISTRASI SEKOLAH


Ketut Ngurah Artawan, S.Pd., M.Pd.

            Setiap lembaga yang masih eksis baik itu bagian dari lembaga pemerintah maupun lembaga swasta dengan status formal, non formal maupun informal selalu mempunyai sebuah cita-cita. Cita-cita tersebut diungkapkan dalam sebuah visi dan misi lembaga yang bersangkutan yang kemudian diimplementasikan dalam bentuk tujuan-tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Dengan perencanaan yang terprogram dengan baik akan diperoleh hasil yang masimal seperti tujuan yang diinginkan. Dalam pengelolaan tujuan-tujuan dan perencanaan-perencanaan tersebut diperlukan proses pengadministrasian yang teratur, tertib, rapi dan profesional.
            Demikian juga lembaga sekolah, sekolah yang sarat dengan perencanaan dan program –program di berbagai bidang dituntut juga untuk dapat mengorganisasikan proses-proses pengadministrasian dengan benar. Banyak bidang administrasi yang harus diketahui dan dikuasai untuk dapat dilaksanakan dengan tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pemahaman Administrasi Sekolah.
Pemahaman tentang administrasi sekolah menengah merupakan tuntutan bagi seorang guru, untuk mengenal tempatnya bekerja. Pemahaman tentang apa yang terjadi di sekolah akan banyak membantu memperlancar tugasnya sebagai pengelola langsung proses belajar mengajar

Laporan Penelitian Metode Pembelajaran SAVI


PENERAPAN PENDEKATAN SOMATIS, AUDITORI, VISUAL DAN INTELEKTUAL (SAVI) UNTUK MENINGKATKAN
PRESTASI BELAJAR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 1 SIDEMEN KARANGASEM

Ketut Ngurah Artawan, S.Pd., M.Pd.
Karangasem Bali

Abstrak
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di bidang pendidikan sampai saat ini sudah demikian pesat. Banyak permasalahan yang dihadapi para pengembang pendidikan untuk meningkatkan mutu siswa. Salah satu permasalahannya adalah biaya yang tinggi, apalagi bidang teknologi yang memerlukan sarana komputer dalam pembelajaran. Disamping masalah klasik tentang input dari sekolah dasar yang kurang mendukung. Sekolah-sekolah dasar di daerah Sidemen masih banyak merupakan sekolah terpencil, sehingga teknologi komputer merupakan barang baru bagi mereka. Ini membuatnya sangat canggung duduk sendiri di depan layar komputer. Berbagai metode dan pendekatan pembelajaran diterapkan untuk dapat memberikan hasil belajar yang terbaik. Salah satu pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu Penerapan Pendekatan Somatis, Auditori, Visual dan Intelektual (SAVI). Pendekatan ini merupakan gabungan dari gerakan tubuh dalam proses pembelajaran, mendengarkan dan berbicara dengan kelompok, menggunakan visual dengan computer dan menyimpulkan hasil untuk dipresentasikan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk 1) Meningkatkan prestasi belajar siswa, 2) Meningkatkan aktivitas belajar siswa 3) Mengetahui keefektifan pendekatan SAVI dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIB SMP Negeri 1 Sidemen tahun pelajaran 2005/2006. Prestasi belajar siswa diperoleh dari evaluasi awal siklus dan evaluasi akhir setiap siklus yang kemudian dianalisis secara kuantitatif untuk memperoleh rata-rata nilai, ketuntasan belajar dan kategori nilai. Data keaktifan siswa diperoleh dari observasi dan analisa secara kualitatif. Respon siswa terhadap pendekatan SAVI dijaring dengan kuisioner dan dianalisa dengan menggunakan pedoman konversi yang dibuat berdasarkan Mi dan Si.
Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa

Selasa, 18 September 2012

Mengenal Anti-Virus


Ketut Ngurah Artawan, S.Pd., M.Pd.
Komputer anda terganggu virus? Hati-hati…!!!! Data penting anda akan dimasuki virus. Tapi jangan khawatir…. Ada anti virus yang akan melindungi data anda. Banyak jenis anti virus yang sudah beredar di pasaran perkomputeran. Untuk memilih jenis antivirus yang cocok, anda perlu mengenalinya dengan baik.
                Jika kita kaji, virus dan anti virus

Selasa, 28 Agustus 2012

Teknologi Komputer Dalam Pembelajaran, Sebuah Inovasi atau Pengisolasi..?

Ketut Ngurah Artawan, S.Pd., M.Pd.
Masyarakat tidak dapat bekerja satu menitpun tanpa teknologi terutama tanpa komputer. Komputer dan internet sudah hadir dan memberi pengaruh besar pada kebudayaan manusia dalam berbagai segi kehidupan. Segala bentuk kegiatan manusia sudah sedemikian tergantung dengan keberadaan komputer. Salah satu bidang yang terkena imbas teknologi komputer  adalah dalam pendidikan. Pendidikan sebagai dasar bagi adanya perkembangan, merupakan salah satu indikator kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu, pemerintah melaksanakan reformasi di bidang